Rabu, 22 Juni 2011

Cukup Allah sebagai Penolongku...

Aku
Tetap berlari dan berlari
Walau ribuan ujian terus menyayat tubuh ku yang telah compang camping
Tapi hati ku takkan mudah getas
 Kadang lelah merajai fikiranku
Tapi api semangat melebur habis tanpa sisa
Tungkai kakiku tetap gegap melangkah
Seiring desah berserah

Semangatku
Semangat para petarung sejati
Yang tak mematikan harapan dan kemungkinan walau sekecil apapun
Dengan terus berbaik sangka pada Tuhan

Ikhtiarku
Ikhtiar para pengembara
Yang tak mudah melemas
Yang tak mudah memelas
Tak mudah melunglai sebelum batas

Ikhlasku
Ikhlas para pembelajar
Yang tak bosan mengarahkan hati
Pada penghambaan sejati
Cukup Allah sebagai penolongku...

Sahabat Jiwa

Ku mengenalmu lewat JIWA, bukan lewat MATA

Kujadikan kamu SAUDARA lewat HATI, bukan sekedar BASA-BASI

Ku tak tahu seperti apa aku dalam pandangmu, selayak apa ku dalam ukhuwahmu

tapi yang ku tahu..

meski dengan keTERBATASan dan berbalut keKEKURANGAN

aku menulis NAMAmu di HATIku

Sejak awal

kita dalam balutan ISLAM UHIBBUKIFILLAH



Sebuah pesan singkat dari seorang sahabat yang begitu menggugah jiwaku. Sejenak hati ini merasa malu dan keliru. Sungguh, aku tak pernah melupakanmu. Mungkin tanpa kusadari, ku telah mengabaikanmu karena berbagai kesibukan yang mencengkeramku.



Andai saja kau tahu....

Engkaulah sahabat jiwaku, meski raga tiada pernah bersua dan jarak terbentang di antara kita.

Engkaulah saudaraku, walau darah kita tak sama dan terlahir dari rahim yang berbeda.

Tiada terlewat namamu dalam lirih doaku.

Tiada terungkap besarnya kasih ini padamu.



Sahabat, MAAFkan aku...

Moga keceriaan kan slalu menghias wajah indahmu dan ketenangan sentiasa menyelimuti jiwamu.



Sahabat, cinta ini karena-Nya....

Smoga Allah pertemukan kita dalam indah mihrab-Nya dan memberi kita naungan manakala kelak tak ada naungan selain naungan-Nya.

~~@~~