GUNUNG DEMPO, PESONA HAMPARAN KEBUN TEH
Gunung Dempo, Pesona Hamparan Kebun Teh: Ingin memandang, menyusuri, mendaki, dan meneliti pesona wisata kebun teh di Sumatra Selatan? Gunung Dempo tempatnya. Hamparan hijau kebun teh begitu segar.
Tampak orang bercaping berbaris membawa keranjang di pundak, memetik pucuk daun teh. Hutan hijau pekat menjadi batas hijaunya teh dengan birunya gunung Dempo bersama awan putih dipuncaknya.
Ditemani secangkir kawe (kopi) beraroma khas Pagar Alam, pemandangan alam nan asri saat pagi di serambi Penginapan Gunung Gare Pagar Alam ini, akan memikat siapa saja yang melihatnya.
Belumlah puas mata memandang. Kaki pun akan tergerak melangkah di sela perkebunan teh, mencari-cari benalu teh yang berkhasiat itu di sela batang teh, ditemani segarnya dingin pagi dan sinar mentari yang mulai menyapu punggung gunung.
Gunung Dempo yang memiliki ketinggian 3.159 meter dari permukaan laut ini, merupakan daerah tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Perjalanan selama kurang lebih 6 jam dari Palembang menuju Pagar Alam juga menjadi pengalaman menarik.
Memasuki daerah yang dipagari oleh alam pegunungan ini, jalan berkelok dengan lembah dan tebing di tepian jalan mengucapkan selamat datang memasuki Kota Pagar Alam.
Tidak hanya keindahan Gunung Dempo yang terkenal, jalur pendakian gunung ini juga menjadi buah bibir dikalangan pendaki gunung. Gemericik suara air dan bermacam suara hewan penghuni gunung akan menemani para pendaki.
Mendirikan kemah di hamparan puncak merapi, sebelum melihat kawah Dempo, juga menjadi daya tarik tersendiri. Menghangatkan badan meneguk kawe, di dekat api unggun, gemerlap lampu kota tampak dari ketinggian itu.
Apalagi disaat tahun baru tiba, hamparan ini akan dipenuhi para pendaki, baik yang berasal dari Pagar Alam, Palembang, bahkan dari luar Sumsel. Menyambut tahun baru di Puncak Merapi Dempo, seakan sudah menjadi tradisi.
Daerah Pegunungan yang menjadi lokasi dipertandingkannya cabang oleh raga Paralayang pada PON ke XVI lalu ini, menjadikan wisata sebagai salah satu andalan. Derasnya arus sungai di sela bebatuan juga menjadikan ini sangat potensial untuk menjadi tempat arum jeram.
Daerah yang berjarak 300 kilometer dari Palembang ini juga sarat dengan daya tarik sejarah purba. Batu-batu peninggalan purba yang diperkirakan berumur 2500 sampai 3000 tahun ini terdapat di beberapa desa di kaki Gunung Dempo. Bentuk batunya pun beragam, dari lesung, hewan, manusia, dan ada juga batu berbentuk rumah.
Melihat inilah yang membawa wisatawan mancanegara asal eropa kerap datang ke daerah pegunungan tertinggi di bukit barisan Sumatera ini.
Belum habis lah potensi wisata di Pagar Alam. Air terjun di pegunungan ini belum sepenuhnya dikembangkan, bahkan tidak menutup kemungkinan belum ditemukan. Seperti ditemukannya curub (air terjun) Pancur belakangan ini, sebuah keindahan baru yang terkuak.
Selepas memuaskan minat wisata di tengah pesona alam Gunung Dempo. Para wisatawan dapat mengunjungi pasar tradisional di pusat kota. Kudu, sebuah senjata khas masyarakat Pagar Alam menjadi buah tangan favorit, selain kopi, teh, benalu teh, dan alpukat.
Tekad Pagar Alam menjadikan kota wisata dan budaya ini semakin mantap dengan dicanangkannya Visit Musi 2008. Kota penghasil kopi dan teh semenjak jaman kolonial Belanda ini dikukuhkan sebagai kota Bunga. Halaman rumah, sekolah, dan taman kota dipenuhi bunga. Pameran bunga diadakan di alun-alun kota setiap tahunnya.
Balai Benih Jarai pun tidak hanya ditanami anggrek, pembudidayaan bunga krisan dilakukan disana. Pembudidayaan bunga potong ini merupakan bentuk dukungan Pemprov Sumsel terhadap upaya menjadikan Kota Pagaralam sebagai kota bunganya Bumi Sriwijaya.
Kekayaan potensi wisata ini disambut ramah warga setempat. Mereka siap menyapa wisatawan, penginapan memperbaiki pelayanan, jalan-jalan diperpanjang dan dihaluskan. Begitupun hutan, dengan penanaman pohon Bambang, dipertahankan kelestariannya
Sumber: travel.okezone.com
Komunikasi Interpersonal Tatap Muka dengan Komunikasi Interpersonal Bermedia (Komunikasi Bermedio)
Dewasa
itu, kecanggihan teknologi membawa dampak yang sangat besar bagi setiap
sektor kehidupan masyarakat. Kecanggihan teknologi yang dimaksud adalah
internet dan telepon seluler yang kini sudah tidak asing lagi oleh
masyarakat dan mendukung terjadinya proses komunikasi. Hal itu pun
membawa perubahan cara berkomunikasi seseorang dengan orang yang
dikehendaki. Misalnya seseorang lebih senang menggunakan teknologi
seperti internet dengan fasilitas email atau chat-room dan
telepon seluler jika berkomunikasi dengan seseorang bahkan yang berada
pada jarak yang dekat sekalipun. Hal itu dianggap lebih efisien karena
tidak perlu bertemu langsung dengan orang yang dituju dan menaikkan prestige seseorang.
Padahal
jika melihat kebelakang, dahulu orang-orang hanya mengenal media surat
saja untuk bertukar informasi kepada orang lain atau berkomunikasi
dengan orang lain. Memang pada zaman itu media surat menjadi salah satu
media favorit bagi masyarakat. Tetapi seiring perkembangan zaman, media
surat sudah mulai dilupakan oleh orang-orang. Mereka menganggap media
surat sebagai sarana yang kurang efektif karena harus mengirimkan lewat
kantor pos dan sampai ditujuan keesokan harinya. Tetapi, terlepas dari
itu semua media surat masih tetap digunakan sampai saat ini khusunya di
setiap instansi atau perusahaan sebagai alat pengiriman pesan yang
resmi.
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita mengenal atau sudah terbiasa menggunakan
cara berkomunikasi secara tatap muka dan berkomunikasi lewat media.
Tetapi, tampaknya komunikasi secara tatap muka ini sudah mulai
digantikan dengan komunikasi bermedia. Komunikasi secara tatap muka
adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang secara langsung dan
dapat melihat perubahan sikap komunikannya, atau secara singkat
komunikasi tatap muka menunjukkan efek yang dapat dilihat langsung oleh
komunikatornya. Sedangkan, komunikasi bermedia adalah komunikasi
interpersonal yang dilakukan dengan atau melalui media sebagai
sarananya. Komunikasi secara interpersonal bermedia ini dapat dilakukan
dengan memanfaatkan layanan internet seperti email, chat-room dan bahkan dengan telepon seluler, apalagi saat ini dikenal adanya telepon pintar (smartphone).
Ada
beberapa perbedaan antara komunikasi tatap muka dengan komunikasi
bermedia. Salah satunya yaitu jika seseorang berkomunikasi secara tatap
muka, ia akan langsung menerimafeedback dari komunikannya saat proses interaksi berlangsung. Jika feedback yang diberikan positif maka pesan yang disampaikan dapat diterima baik, sebaliknya jika feedback-nya
negatif maka pesan yang disampaikan tidak dapat dipahami oleh
komunikan. Sedangkan, dalam berkomunikasi melalui media, seorang
komunikator tidak dapat menerima feedback dengan
segera karena proses pengiriman pesan keduanya berbeda. Dari segi
kefektifannya, komunikasi tatap muka lebih efektif daripada komunikasi
bermedia. Hal itu karena dalam berkomunikasi secara tatap muka isi atau
kedalaman sebuah pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan juga
dipertegas dengan komunikasi non verbal dari komunikator yang dapat
dilihat langsung. Komunikasi bermedia mungkin lebih efisien daripada
komunikasi tatap muka, karena adanya faktor kecepatan dan keluasan
informasi.
Adapun
kelebihan lain yang ditunjukkan oleh komunikasi secara tatap muka yaitu
komunikasi ini dapat dengan mudah membujuk lawan bicaranya karena
adanya pengaruh komunikasi lain dan pengaruh lingkungannya. Dengan
berkomunikasi secara tatap muka maka seseorang dapat mengetahui
informasi dari orang lain dengan sedalam-dalamnya dan
selengkap-lengkapnya. Namun, komunikasi tatap muka ini juga memiliki
beberapa kelemahan yaitu komunikator dan komunikan harus mengorbankan
waktu yang dimiliki untuk berkomunikasi. Hal ini jelas tidak efektif
karena harus menyediakan waktu khusus disela-sela aktifitasnya. Selain
itu, kelemahan komunikasi interpersonal juga mencakup jangkauannya yang
sempit, maksudnya ialah individu-individu yang terlibat terbatas antara
dua orang saja atau antar kelompok kecil saja dan juga sering timbul
kesalahan persepsi diantara orang yang berkomunikasi. Kesalahan persepsi
ini timbul biasanya ketika komunikator menyampaikan pesan yang memiliki
arti ganda atau bersifat ambigu.
Setelah
mengetahui kelebihan dan kekurangan komunikasi tatap muka, maka akan
dipaparkan pula kelebihan dan kelemahan dari komunikasi bermedia.
Seperti yang kita ketahui bahwa komunikasi melalui media ini dapat
dilakukan melalui layanan internet dan telepon seluler. Dengan
menggunakan fasilitas yang ada dikeduanya tersebut maka komunikasi
bermedia memiliki jangkauan atau jumlah komunikasi yang lebih besar dan
luas. Komunikasi bermedia ini pun dapat dikatakan efektif karena
menghemat waktu dan tempat tetapi kelemahannya dari segi biaya yang
harus ditanggung ketika berkomunikasi lewat internet atau ponsel.
Komunikasi bermedia ini pun disebut sebagai komunikasiinformative karena
dengan jenis komunikasi ini tidak dapat mengubah tingkah laku
komunikannya. Sedangkan kelemahan lainnya dari jenis komunikasi ini
adalah tidak dapat digunakan untuk mempersuasi seseorang karena
komunikasi yang dilakukan bersifat virtual.
Melihat
perkembangan zaman sekarang ini, anak-anak muda khususnya lebih senang
berkomunikasi virtual yakni dengan memanfaatkan berbagai fasilitas dalam
internet seperti facebook, twitter, yahoo messenger, blog,
dan lain-lain. Hal itu dikarenakan dengan berkomunikasi virtual, waktu
atau rentang waktu yang digunakan untuk berkomunikasi menjadi lebih
luas. Mereka bisa sampai tengah malam melakukan aktifitas berkomunikasi
menggunakan layanan tersebut untuk chatting atau bahkan hanya sekedar melihat-lihat.
Tidak
jarang dengan kebebasan waktu tersebut membuat beberapa kasus-kasus
penculikan melalui dunia virtual ini terjadi. Misalnya penculikan
seorang gadis oleh teman di facebook-nya
lalu diperkosa. Tetapi, hal nyata terlihat bahwa dengan adanya kasus
seperti itu tidak menyurutkan anak-anak muda untuk tetap berkomunikasi
dalam dunia virtual. Alasan mereka kebanyakan adalah dengan komunikasi
melalui media tersebut dapat bertemu dengan orang-orang yang sudah lama
tidak ditemuinya atau menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.
Selain itu mereka juga dapat menambah teman baik yang dikenal ataupun
tidak dikenal. Tidak hanya itu saja, bahkan anak-anak muda lebih percaya
dan menikmati aktifitas didepan layar komputer tersebut.
Jadi
pada intinya, komunikasi bermedia dalam konteks virtual ini lebih
memiliki penggemar yang banyak daripada komunikasi secara tatap muka.
Mereka pun berani menyebutkan secara gamblang bahwa komunikasi secara
tatap muka adalah bentuk komunikasi kedua setelah komunikasi bermedia,
karena komunikasi bermedia lebih mendapatkan banyak manfaat dan
pengetahuan. Sebenarnya ada satu hal yang harus diluruskan dalam konteks
ini yaitu komunikasi secara tatap muka dan komunikasi melalui media
sama saja dalam hal peranannya dan fungsinya yaitu untuk mengirimkan
suatu pesan. Tetapi yang membedakan adalah dari segi kefektifan dan
keefisienan cara berkomunikasinya.
oleh RORO AYU PANGGALIH (05091001012)