Minggu, 18 Desember 2011

Nyai Bungkuk dan siii Belang



Pagi itu aq bersiap-siap untuk pulang ke rumaaaa setelah 1 hari berada di desa Perajin Mariana Banyuasin. Yaaaa..kami para mahasiswa agribisnis unsri melakukan kunjungan ke sana dalam rangka melakukan pengamatan mengenai pemberdayaan masyarakat. Tapi sebelumnya kami akan melakukan pengamatan sekali lagi untuk mengunjungi rumah masyarakat yang terlibat dalam proses pemberdayaa yang dilakukan di desa Perajin. Sistem pengematannya dilakukan perkelompok, setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang yang tugasnya telah dibagi-bagi. Ternyata aq satu kelompok besama kak cik, bundo, lukik, dan ulan. Kami bertugas untuk mewawancarai penduduk yang mendapat bantuan alsintan dan saprodi.

Sabtu, 08 Oktober 2011

RODA BERPUTAR


Yaaaa…inilah kehidupan, kadang berada di atsa dan kadang berada di bawah,
Mengambil kisah keluarga kaya tetangga saya sendiri.
Ketika itu aku masih kecil, teman bermainku adalah anak dari keluarga itu, saat itu mereka tergolong dalam keluarga yang miskin. Hingga sangat miskinnya, anak-anak mereka bahkan ada beberapa yang tidak bisa meneruskan sekolahnya ke bangku SMA. Mereka makan dengan seadanya saja, hanya dengan nasi dan sambal terasi dilengkapi dengan garam sebagai penambah rasa. Sangat miris sekali melihat keadaannya.

Kamis, 04 Agustus 2011

TRANSMUSI MASUK BANYUASIN


BUS TRANS MUSI MASUK BANYUASIN
Excited……ketika saya tau ada halte trans musi berdiri kokoh di dekat rumah saya ( Sembawa Km. 29, Banyuasin ). Halte dari arah Palembang maupun arah Jambi ada dua-duanya di dekat ruma saya. Berarti ini kabar baik dong bagi masyarakat Banyuasin khususnya Banyuasin III, karna tidak perlu repot-repot lagi naik angkot kalo mau ke Palembang. ( Pemerintah perhatian juga yaa sama masyarakat daerah J ). Namun pertanyaan besar timbul di benak saya, BAGIMANA DENGAN MAMANG-MAMANG PARA SUPIR ANGKOT…….?????????

Senin, 11 Juli 2011

MY STORY

Pagi itu bodykuu trasa malesss banget mau bangun, lalu dengan stengah sadar kuraih handphoneku dan kulirik jam dan ternyata sudah jam 5.30, dengan kaget aku baranjak dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu.” Aduuuuhhhhh….!!!!” Dengan keadaan yang stengah sadar Tanpa sengaja ternyata kakiku menendang palang semen pintu kamar mandi, sakit sekalii rasanya kakiku, tapi yaasudahlaa.  Sementara di kamar masi tergeletak dengan pulasnya sahabat sekosku, betry namanya. Tag brani mau ngebanguni dia, karna ku tau kalo dia begadang semalam. Hmmm…..dengan sisa ngantuk yang masi tersisa ku ambil mukenah dan alqur’an mini kesayanganku. Butuh waktu kurang lebih 20 menit aku sholat disambung dengan dzikir dan bermunajat kapada allah memohon semoga rabu ini menjadi rabu yang menyenangkan (karna aku benci rabu, itu tu….mata kuliahnya membuat tegang), serta tag lupa aku membaca alqur’an sebagai rutinitas setiap maghrib dan shubuh. Kalian tau gag…..kalo dengan membaca alqur’an bisa membuat hati tenag serta membuat otak kita mudah mencerna pelajaran yang dberikan dosen.

Rabu, 22 Juni 2011

Cukup Allah sebagai Penolongku...

Aku
Tetap berlari dan berlari
Walau ribuan ujian terus menyayat tubuh ku yang telah compang camping
Tapi hati ku takkan mudah getas
 Kadang lelah merajai fikiranku
Tapi api semangat melebur habis tanpa sisa
Tungkai kakiku tetap gegap melangkah
Seiring desah berserah

Semangatku
Semangat para petarung sejati
Yang tak mematikan harapan dan kemungkinan walau sekecil apapun
Dengan terus berbaik sangka pada Tuhan

Ikhtiarku
Ikhtiar para pengembara
Yang tak mudah melemas
Yang tak mudah memelas
Tak mudah melunglai sebelum batas

Ikhlasku
Ikhlas para pembelajar
Yang tak bosan mengarahkan hati
Pada penghambaan sejati
Cukup Allah sebagai penolongku...

Sahabat Jiwa

Ku mengenalmu lewat JIWA, bukan lewat MATA

Kujadikan kamu SAUDARA lewat HATI, bukan sekedar BASA-BASI

Ku tak tahu seperti apa aku dalam pandangmu, selayak apa ku dalam ukhuwahmu

tapi yang ku tahu..

meski dengan keTERBATASan dan berbalut keKEKURANGAN

aku menulis NAMAmu di HATIku

Sejak awal

kita dalam balutan ISLAM UHIBBUKIFILLAH



Sebuah pesan singkat dari seorang sahabat yang begitu menggugah jiwaku. Sejenak hati ini merasa malu dan keliru. Sungguh, aku tak pernah melupakanmu. Mungkin tanpa kusadari, ku telah mengabaikanmu karena berbagai kesibukan yang mencengkeramku.



Andai saja kau tahu....

Engkaulah sahabat jiwaku, meski raga tiada pernah bersua dan jarak terbentang di antara kita.

Engkaulah saudaraku, walau darah kita tak sama dan terlahir dari rahim yang berbeda.

Tiada terlewat namamu dalam lirih doaku.

Tiada terungkap besarnya kasih ini padamu.



Sahabat, MAAFkan aku...

Moga keceriaan kan slalu menghias wajah indahmu dan ketenangan sentiasa menyelimuti jiwamu.



Sahabat, cinta ini karena-Nya....

Smoga Allah pertemukan kita dalam indah mihrab-Nya dan memberi kita naungan manakala kelak tak ada naungan selain naungan-Nya.

~~@~~